Rabu, 18 Desember 2013

Suratku Untuk Ibu



Dengan hormat,

Apa kabar ibu tersayang? Aku berharap ibu senantiasa sehat dan bahagia. Di hari ibu tahun ini, maap aku tidak bisa memberikan hadiah apa-apa. Maaf juga karena anakmu yang bandel ini belum bisa pulang ke rumah untuk sekedar bersua dengan ibu. Karena itu sebagai gantinya, aku buatkan puisi khusus untuk ibu. Puisi ini sebenarnya sebuah kenangan saat dulu ayah masih kerja di Jakarta dan jarang pulang ke rumah. Aku ingat saat itu ibu nampak begitu kesepian namun berusaha tegar di depanku. Bertahun-tahun sering ditinggal, namun berkat doa dan kesabaran, kini ayah sudah bisa pulang. Aku ikut senang karena ada ayah yang menemani ibu sekarang. Ibu sekarang jadi sering senyum-senyum gitu, beda sama dulu saat ibu suka menunjukkan muka marah. Aku turut bahagia bila ibu merasa lebih bahagia sekarang. Harapanku semoga ayah dan ibu selalu rukun dan bahagia bersama di rumah. 

Sekian surat dari aku ibu. Maaf, sebetulnya aku ingin menulis banyak, tapi waktunya yang terbatas. Oh iya, salam kangenku untuk ayah ya Bu. Sudah tak sabar aku untuk pulang dan meluapkan kerinduan kepada ayah dan ibu. Sehat selalu ya ayah dan ibu.

Salam dari aku anakmu,
Yogya, 09 Desember 2013

Ini puisinya, judulnya, "Kau Tegar, Ibu..."
Ibu
Walau sendiri
Kau tetap tegar
Lewati zaman kalahkan hidup
Hanya tuk besarkanku
Walau garis nasib tak membela
Kau tetap kuat bertahan
Bertahan bimbingku dalam setiap kondisi
Ketika ibu lain tegar bersama
Kau sendiri ditinggalkan
Walau terpisah dari pujaan
Semangat tuk sayangiku
Tak pernah lenyap
19 tahun berlalu
Walau berkurang
Ketegaran ibu tetap terpancar
Walau kau masih sendiri
Ketegaranmu masih kukuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar